Domain Situs Dewas yaitu .xxx akan terwujud

Kitipan dari detiknet.com
Jakarta - Domain .xxx, yang ditujukan khusus bagi situs porno, nampaknya akan segera terwujud. Akhiran nama domain itu kabarnya segera mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.

Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Jumat (25/6/2010), akhiran domain .xxx dikatakan akan segera disetujui dalam pertemuan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). ICANN adalah lembaga yang berwenang menetapkan akhiran nama domain yang digunakan di dunia.

John Jeffrey, General Counsel ICANN, dilaporkan telah mengatakan bahwa ICANN akan menyetujui domain .xxx dalam pertemuan yang digelar di Brussel, Swedia. Pertemuan akan digelar, Jumat (25/6/2010), waktu setempat.

Jika benar terjadi, ini adalah kali kedua ICANN menyetujui domain .xxx. Pada 2005, lembaga itu telah menyetujui hadirnya domain khusus dewasa .xxx. Keputusan ICANN itu kemudian dibatalkan pada 2007 dengan alasan tak ada dukungan dari industri porno.

Domain .xxx diajukan oleh sebuah perusahaan bernama ICM Registry. Stuart Lawley, Chairman ICM Registry, mengatakan masih was-was namun optimistis akan keputusan ICANN.

dengan di terbitkannya domain ini mungkin akan terjadi pro dan kontra. tapi menurut saya lebih bagus domain ini di terbikan, karena dalam pemblokiran situs untuk warnet, teknisi bisa melakukan pemblokiran berdasarkan domain yang bisa di set pada route. jadi tidak perlu repot2 lagi untuk memblokir situs por**.

untuk yang kontranya karena orang dapat lebih mudah mengakses situs tersebut dengan hanya mencari di mesin pencari dengan key : inurl:'.xxx' maka akan muncul semua domain dengan menggunakan doamin .xxx

sesuatu hal pasti ada pro dan kontra. tergantung dari kita untuk menanggapinya...

2 komentar

Click here for komentar
Xtreme
admin
26 Juni 2010 01.38 ×

BakaLan seru tuh...

Reply
avatar
xmoensen
admin
26 Juni 2010 01.52 ×

bener.. moga saja cepat terwujudkan

Reply
avatar

Berikan Komentar yang bermanfaat dan sehat. Conversion Conversion Emoticon Emoticon