Latest Updates

Selasa, 03 November 2020

#9 : Belajar Bahasa Pemograman Python - MODULE PYTHON

0 komentar

Senin, 02 November 2020

#8 : Belajar Bahasa Pemograman Python - CLASS OBJECT PYTHON

0 komentar

Kamis, 29 Oktober 2020

Pengenalan User Interface Widget ROW, Column

0 komentar



Didalam flutter tentu kita bakalan sering menggunakan widget row dan column ini. Untuk pemahaman terhadap widget column dan row akan saya jelaskan pada berikut ini :

Widget Row

Widget row akan menyusun komponen-komponen yang terdapat didalamnya dengan sususnan horizontal. Perhatikan pada gambar dibawah ini :

text 1, text 2, text 3, text 4 terletak pada posisi secara horizontal/mendatar. untuk mengatur tersebut dibungkus dengan menggunakan widget row. Untuk memasukan text tersebut kedalam widget row kita dapat menggunakan kode berikut :

Row(
          children: <Widget>[
            // Komponen 1,
            // Komponen 2,
            // Komponen 3,
            // Komponen 4,
          ],

didalam childrennya kita dapat memasukan beberapa widget sekaligus, dikarenakan didalam children dibungkus menggunakan array. 

contoh pada aplikasi dapat menggunakan source code berikut ini :

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MyApp());
}

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text("Latihan ROW"),
        ),
        body: Row(
          children: <Widget>[
            Text("Text 1"),
            Text("Text 2"),
            Text("Text 3"),
            Text("Text 4")
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Hasil dari source code tersebut adalah :

terlihat text 1 text 2 text 3 text 4 tersusun secara mendatar, kita juga dapat mengatur tata letak widget tersebut, disini kita akan mengatur tata letak komponen yang ada ke tengah. Pada widget row/ column itu sendiri ada namanya properti yang namanya  mainAxisAlignment , properti ini tertugas untuk mengatur tata letak widget, jika kita ingin mengatur tata letaknya ke tengah kita dapat menggunakan code berikut 

 mainAxisAlignment: MainAxisAlignment.center,

kalau kita melakukan pemasangan properti ini kedalam widget row/column maka letak widget tersebut akan berada di tengah-tengah. sedangkan untuk mainAxisAlignment itu sendiri memiliki beberapa method  dapat dilihat pada gambar berikut ini :


Method yang ada didalam mainAxisAlignment tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :

center

berfungsi untuk mengatur tata letak ketengah

end

berfungsi untuk memposisikan komponen pada bagian ujung posisi utama, kanan untuk baris, bawah untuk kolom

spaceAround

hampir miri dengan spaceEvenly, tetap[i mengurani setengah dari ruang sebelum komponen pertama dan setelah komponen terakhir menjadi setengah dari lebar setiap komponen

spaceBetween

berfungsi untuk membagi ruang secara merata pada setiap komponen

spaceEvenly

berfungsi untuk memberikan jarak antar kompen

start

berfungsi untuk memposisikan komponen pada bagian permulaan posisi utama, Kiri untuk baris, atas untuk kolom

pada contoh dapat kita lihat pada source code berikut :

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MyApp());
}

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text("Latihan ROW"),
        ),
        body: Row(
          mainAxisAlignment: MainAxisAlignment.center,
          children: <Widget>[
            Text("Text 1"),
            Text("Text 2"),
            Text("Text 3"),
            Text("Text 4")
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Hasil :


jika methodnya saya ganti menjadi spaceEvenly maka hasilnya adalah :


sekarang silahkan coba dari setiap method yang ada.

Widget Column

widget column ini sama dengan widget row, hanya pemanggilannya saja yang berbeda. pada widget column ini, akan memposisikan komponen secara vertikal. kita lihat pada code berikut :

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MyApp());
}

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text("Latihan Column"),
        ),
        body: Column(
          children: <Widget>[
            Text("Text 1"),
            Text("Text 2"),
            Text("Text 3"),
            Text("Text 4")
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Hasilnya 


jika kita berikan properti mainAxisAlignment  center, maka hasilnya akan seperti ini :


begitu juga dengan method mainAxisAlignment  yang lainnya.

Sekarang kita sudah memahami bagaimana widget row dan column tersebut digunakan, mungkin timbul pertanyaan, apakah bisa row dan column tersebut digabungkan ?

jawabannya : tentu itu bisa kita gabungkan. caranya cukup mudah kita mau mengabungkan column ke dalam row atau row kedalam column ?

pada contoh ini saya akan mengabungkan row ke dalam column :

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MyApp());
}

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text("Latihan Column"),
        ),
        body: Column(
          children: [
            Text("Text 1"),
            Text("Text 2"),
            Text("Text 3"),
            Text("Text 4"),
            Row(
              children: [
                Text("Text 5"),
                Text("Text 6"),
                Text("Text 7"),
                Text("Text 8")
              ],
            )
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Hasilnya

pada contoh code tersebut, kita sudah dapat memasukan row kedalam column, bagaimana cukup mudah bukan. Disini kita sudah mempelajari 2 buah widget row dan column.

Rabu, 28 Oktober 2020

vanue mtq nasional 2020 di provinsi sumatera barat

1 komentar


Insyaallah Tanggal 12 hingga 21 November 2020 akan di gelar Pelaksanaan MTQ Nasional Ke 28 di Sumatera Barat. ======================================= LOKASI VANUE MTQ NASIONAL 2020 DI PROVINSI SUMATERA BARAT 1. MAIN STADION NAGARI SIKABU : https://goo.gl/maps/trWE5pL4nvF2733U7 2. MASJID RAYA SUMATERA BARAT : https://goo.gl/maps/s39ws5BdxeuwNtKZA 3. GEDUNG WANITA ROEHANA KUDUS : https://goo.gl/maps/hDZsCF1bH4kxxrmY6 4. MASJID AL HAKIM : https://goo.gl/maps/MusPHNrBqkgGRh2h8 5. MASJID AGUNG NURUL IMAN : https://goo.gl/maps/YVuh9636bmTmMjs38 6. AUDITORIUM UNIVERSITAS BAITURRAHMAH : https://goo.gl/maps/jAMYYb7n4iksjGnQ8 7. GOR UNP : https://goo.gl/maps/5f5StziNpHMNrWwx8 8. AUDITORIUM UNP : https://goo.gl/maps/dkz1hqipEgajoPqM8 9. MASJID DARUL HUJJAJ ASRAMA HAJI : https://goo.gl/maps/q8pRARjaiySXJcny7 10. FMIPA UNP : https://goo.gl/maps/VKcPQMcrzbRzVEL48 11. AULA MANSUR DT. BASA UIN IMAM BONJOL : https://goo.gl/maps/pEdF8HhFYUUB2Y7LA 12. GEDUNG SERBA GUNA UIN IMAM BONJOL : https://goo.gl/maps/upYkb3k6j2vA7Jgg8 13. GEDUNG PKM UNAND : https://goo.gl/maps/6ypoWsDiAammoPXu9

Selasa, 29 September 2020

Apa itu Algoritma

0 komentar

 


Apa Itu Algoritma?

Algoritma adalah urutan langkah logis yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Singkatnya, sebuah masalah harus diselesaikan dengan beberapa langkah yang logis. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh algoritma bisa digambarkan dengan berbagai macam hal. Salah satu contohnya adalah aktivitas memasak air. Algoritmanya tentu saja berhubungan dengan aktivitas dalam memasak air.

Misalnya saja yaitu siapkan panci yang sesuai, masukkan air ke dalam panci tersebut, tutup panci, letakkan panci pada kompor, hidupkan kompor dengan nyala api sedang, apabila air mendidih, matikan kompor, angkat panci dari kompor. Deretan langkah tersebut merupakan algoritma dari akitivitas memasak air. Karena urutan yang jelas, langkah diatas dianggap proses yang logis.

Sementara itu, di dalam ilmu komputer dan matematika, algoritma didefinisikan sebagai prosedur dari berbagai macam langkah penghitungan, penalaran secara otomatis, sampai pemrosesan data. Algoritma juga diartikan sebagai metode yang diekspresikan lewat rangkaian dan instruksi yang dijabarkan untuk menghitung. Secara garis besar, algoritma dimulai dengan imput dan kondisi awal, deskripsi, eksekusi, dan menghasilkan output.

 Sejarah dari Algoritma

Ditinjau dari sisi sejarahnya, algoritma sendiri memiliki asal-usul yang sedikit rumit. Algoritma berasal dari kata “algorist” yang berarti langkah menghitung dengan memanfaatkan angka arab. Sementara itu, orang bisa dikatakan algorist apabila melakukan penghitungan dengan angka arab. Bagaimana dengan pendapat ahli lainnya?


Sejarah membuktikan kebanyakan ahli mencoba menemukan asal kata yang tepat namun hasilnya kurang memuaskan. Hingga pada akhirnya, ahli sejarah mematika menemukan asal kata algoritma. Ahli sejarah tersebut menjelaskan asal kata algoritma yaitu berasal dari nama penulis buku arab. Nama penulis buku arab yang dimaksud adalah Abu Jafar Muhammad Ibnu Musa Al Khuwarismi.

Kemudian, Al Khuwarizmi dibaca oleh orang barat pada kala itu menjadi Algorism. Buku yang ditulis oleh Al Khuwarizmi yang kemudian menjadi referensi dalam algoritma orang barat yait Al Jabar Wal Muqabala. Bila diterjemahkan buku tersebut merupakan buku tentang pengurangan dan pemugaran. Konon dari judul buku tokoh ternama tersebut masyarakat modern mengenal istilah aljabar.

Lantas bagaimana kata algorism berubah menjadi algorithm dan menjadi algoritma pada kala itu? Perubahan tersebut terjadi seiring adanya kekeliruan pada arithmetic. Dengan kata lain, akhiran –sm kemudian berubah menjadi –thm. Karena dahulu penghitungan dengan angka arab adalah hal biasa, maka secara perlahan kata “algorithm” secara umum digunakan untuk metode perhitungan atau komputasi.

Sementara itu, di dalam Bahasa Indonesia kata “algorithm” mengalami penyerapan kata yang kemudian berubah menjadi algoritma. Seperti yang sudah disebutkan di awal, algoritma dikatakan sebagai urutan langkah logis dalam penyelesaian masalah. Bahkan kata logis disebut sebagai kunci dari algoritma itu sendiri. Dalam algoritma, terdapat beberapa pertimbangan. Pertimbangan tersebut mempengaruhi ouput yang dihasilkan.

Pertimbangan dalam Algoritma

Algoritma disusun secara logis dan sistematis. Setiap langkah di dalam algoritma haruslah memiliki nilai benar maupun salah. Dalam konteks tertentu, algoritma menjadi sebuah urutan langkah dalam melakukan pekerjaan khusus. Pertimbangan pengambilan algoritma juga menjadi hal penting agar output yang dihasilkan baik.

Pertama yaitu benar tidaknya algoritma. Hal ini memiliki arti yaitu algoritma nantinya dapat memberikan output yang diinginkan dari beragam masukan yang sudah ada. Karena itu, dari langkah awal, algoritma haruslah memiliki kebenaran. Hal ini mengingat sebagus apapun algoritma yang dibuat, apabila hal tersebut memberikan output yang salah maka algoritma tersebut tidak baik.

Pertimbangan kedua yaitu perkiraan pencapaian algoritma. Bagaimana definisi algoritma secara umum? Algoritma adalah langkah yang memiliki pencapaian baik. Seberapa baik hasil yang didapat dari algoritma tersebut maka langkah tersebut dikatakan berhasil. Untuk mendapatkannya, algoritma memelrukan aproksimasi atau hasil pendekatan. Algoritma yang bagus mampu memberikan hasil output sedekat mungkin dari nilai sebenarnya.

Pertimbangan ketiga yaitu efisiensi dari algoritma itu sendiri. Efisiensi dalam algoritma bisa dilihat dari dua hal diantaranya efisiensi memori dan waktu. Meski algoritma akan memberikan hasil keluaran yang paling mendekati dari hasil, akan tetapi Anda harus menunggunya. Apabila hasil keluaran lama didapat kemungkinan tetap tidak dipakai. Hal ini mengingat banyak orang menginginkan output yang cepat.

Begitu pula dengan memori yang digunakan pada algoritma. Semakin besar kebutuhan memori yang terpakai untuk algoritma maka semakin buruk nilai algoritma tersebut. Walaupun demikian, pada kenyataannya masing-masing orang dapat membuat algoritma yang tidak sama dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Meski berbeda penyusunan algoritma, biasanya output yang diharapkan dari setiap langkahnya adalah sama.

Perbedaan Algoritma dan Program

Saat ditanya tentang algoritma, beberapa orang terjebak dengan pengertiannya. Kesalahan intepretasi ini selalu dikaitkan dengan pengertian program. Padahal keduanya meski saling berhubungan namun tetap saja memiliki pemahaman yang berbeda. Program sendiri diartikan sebagai deretan dari pernyataan komputer. Sementara itu, algoritma merupakan tahapan sekaligus metode yang sistematis dalam program. Hal ini juga dilihat dari formulanya.

Formula yang digunakan untuk membedakan program dan algoritma yaitu program = algoritma + bahasa yang terdiri dari struktur data. Dalam hal ini program merupakan implementasi dari sebuah bahasa pemograman. Dari formula tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa baik algoritma maupun struktur data memiliki hubungan yang sangat erat dalam sebuah program. Karena saling berbubungan, ketepatan struktur data dapat mempengaruhi kualitas program.

Apabila struktur datanya tepat, program yang dimiliki juga menjadi baik begitu pula sebaliknya. Tidak hanya itu, biasanya pembuatan algoritma independen dari penggunaan bahasa pemograman sementara tugas komputer ialah melaksanakannya. Dalam prosesnya, notasi algoritma bisa diterjemahkan ke dalam beragam bahasa pemograman. Karena itulah, ada istilah apapun bahasa pemogramannya, keluaran algoritma selalu sama.

Algoritma juga dapat Anda pelajari lewat teksnya. Teks dalam sebuah algoritma merupakan langkah penyelesaian masalah. Deskripsi penyelesaian ini bisa ditulis dalam bentuk notasi apa saja dengan syarat dapat dipahami dan dimengerti. Sifat notasi tersebut juga tidak baku layaknya bahasa pemograman. Dalam algoritma, notasi yang digunakan di dalamnya sering disebut sebagai notasi algoritmik.

Hal yang perlu dipahami yaitu, notasi algoritmik dalam algoritma bukanlah merupakan bahasa pemograman. Dalam hal ini, tiap orang yang membuatnya memiliki aturan penulisan dan notasi yang tidak sama. Untuk menghasilkan output yang sama, algoritmik harus mudah ditranslasikan dalam notasi bahasa dalam pemograman tertentu. Oleh karena itu, harus ada korespondensi antara notasi algoritmik dan notasi bahasa pemograman.

Fungsi Penggunaan Algoritma

Menilik manfaat dari algoritma, tentu membuat Anda sedikit banyak harus mengetahui fungsinya pula. Algoritma pada umumnya digunakan untuk membantu setiap orang yang ingin mengonversikan sebuah permasalahan ke bahasa pemograman. Dari fungsinya ini, algoritma adalah hasil dari pemikiran yang terkonsep sehingga perintah dalam algoritma dapat dilaksanakan oleh komputer lewat bahasa pemograman.

Dalam pemanfaatannya, fungsi pembuatan algoritma digunakan pada pemecahan masalah program yang rumit. Baik program sedergana maupun besar, sama-sama dapat dipecahkan dengan algoritma. Fungi lainnya dari pemanfaatan algorima yaitu penggunaannya yang berulang kali. Algoritma juga memudahkan pembuatan program yang dikerjakan programmer. Lewat algoritma, Anda dapat melakukan pendekatan top down maupun divide and conquer.

Algoritma yang digunakan juga dapat meminimalisir kesalahan dalam penulisan program yang berulang-ulang. Penggunaan algoritma juga dimanfaatkan agar pemecahan masalah diatasi secara urut dan dengan logika yang tepat. Bahkan program yang sudah ada akan menjadi rapi dan terstruktur dan mudah dikembangkan lewat pemanfaatkan algoritma yang benar. Apabila terjadi kesalahan, Anda bisa lebih cepat mengenalinya.

Bila dilihat dari segi keuntungannya, algoritma merupakan pemecah masalah yang efektif dan efisien digunakan. Algoritma melibatkan beberapa hal diantaranya proses, poin dalam keputusan utama, dan variabel pemecahan masalah. Lewat algoritma pemecahan masalah tersaji dengan jelas dan terperinci sehingga kelemahan dalam proses dapat teridentifikasi. Lebih dari itu, Algoritma memberikan kejelasan dalam evaluasi, kontrol hingga analisis.

Bila melihat dari penjelasan di atas, algoritma menjadi suatu hal yang penting dalam pemecahan masalah maupun pemograman. Keduanya saling berhubungan meski memiliki pemahaman yang berbeda. Dalam dunia komputer dan matematika, algoritma menjadi pokok pembelajaran yang sudah semestinya dipahami oleh setiap orang yang mempelajarinya. Penjelasan algoritma seperti yang sudah dijelaskan di atas dapat menjadi referensi Anda.

Jumat, 25 September 2020

0 komentar

 


Apa itu Website?

Website adalah kumpulan informasi/kumpulan page yang biasa diakses lewat jalur internet. Setiap orang di berbagai tempat dan segala waktu bisa menggunakannya selama terhubung secara online di jaringan internet. Secara teknis, website adalah kumpulan dari page, yang tergabung kedalam suatu domain atau subdomain tertentu. Website-website yang ada berada di dalam World Wide Web(WWW) Internet.

Pengertian Website Menurut Para Ahli

  • Website adalah fasilitas internet penghubung dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page sementara link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. Pages diakses dan dibaca lewat browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan aplikasi browser lainnya (pengertian website dari Hakim Lukmanul, 2004)
  • Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait satu sama lain. Web terdiri dari page/halaman, dan kumpulan halaman yang disebut homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait yang berada di bawahnya. Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web (pengertian website dari Gregorius, 2000)
  • Website adalah suatu metode untuk menampilkan informasi pada internet, baik berupa teks, gambar, suara atau video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext), dapat diakses melalui sebuah browser (pengertian website dari Yuhefizar, 1998)

Sejarah Website

Siapa orang berjasa dibalik website yang kini sering kita kunjungi? Berikut kami akan mengulasnya secara singkat dan jelas. Kami merangkumnya dari situs resmi World Wide Web Foundation . Simak lagi ya!

Orang yang berjasa tersebut adalah Sir Tim Berners-Lee. Ia seorang ilmuwan komputer di Inggris. Berners dilahirkan di London, dan orang tuanya juga ilmuwan komputer di era-era awal komputasi.

Setelah Berners lulus dari Universitas Oxford, Berners-Lee akhirnya menjadi insinyur software di CERN. CERN adalah laboratorium fisika(partikel besar) yang berada di dekat Jenewa, Swiss. Akhirnya, para ilmuwan yang hebat datang dari seluruh dunia untuk menggunakan akseleratornya, namun Berners menemukan bahwa mereka punya masalah/kesulitasn soal bagaimana untuk berbagi informasi satu sama lain.

Kemudian pada bulan Oktober 1990, Berners menulis tiga teknologi dasar hingga kini menjadi dasar web dibuat (yang juga muncul pada bagian-bagian browser web Anda). Ketiganya yaitu:

  • HTML: HyperText Markup Language. HTML adalah bahasa format buat web.
  • URI: Uniform Resource Identifier. Semacam “alamat” yang unik. Fungsinya untuk mengidentifikasi ke setiap sumber daya yang ada di web. Kini lebih awam disebut URL.
  • HTTP: Hypertext Transfer Protocol. Memungkinkan Anda untuk mengambil kembali sumber daya yang terhubung dari seluruh web.

Berners juga menulis halaman web editor/browser pertama (“WorldWideWeb.app”) serta server web pertama (“httpd”). Pada akhir tahun 1990, halaman web pertama akhirnya disediakan di internet secara terbuka. Kemudian pada tahun 1991, orang-orang di luar CERN termasuk orang awam juga diundang untuk bergabung dengan komunitas web baru ini.

Minggu, 20 September 2020

Pengenalan dan Persiapan Pemrograman Mobile dengan Flutter

0 komentar

Apa itu Flutter?

Flutter adalah sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun antarmuka (user interface/UI) aplikasi Android dan iOS.

Apa bedanya membuat aplikasi android menggunakan Android Studio (native) dengan Flutter?

Perbedaan pertama:

Ada fitur hot reload yang disediakan oleh Flutter.


Ini akan membuat kita ngoding android terasa seperti ngoding web. Setiap ada perubahan, kita tidak perlu kompilasi atau build ulang untuk melihat hasilnya.

Sedangkan pada Android Studio, kita harus melakukan build APK di setiap kali kita ingin men-debug dan melihat hasil aplikasi pada emulator.

Kadang proses ini memakan waktu yang cukup lama, apalagi spek komputer yang digunakan tidak terlalu tinggi.

Perbedaan kedua:

Kemudian perbedaan berikutnya dari bahasa pemrograman yang digunakan. Flutter menggunakan bahasa pemrograman Dart, sedangkan Android Studio menggunakan bahasa pemrograman Java dan Kotlin.

Perbedaan ketiga:

Aplikasi yang kita buat dengan Flutter dapat di-build ke Android dan iOS. Sedangkan Android Studio hanya bisa di-build ke Android saja.

Ini untungnya belajar Flutter, sekali coding…aplikasi bisa digunakan pada Android dan iOS.


Contoh-contoh aplikasi yang dibangun dengan Flutter:

  • Alibaba (Android);
  • Google AdWords (Android);
  • App Tree (Android);
  • Topline (Android);
  • Hamilton (Android dan iOS);
  • dll. (selengkapnya cek di: showcase).

Apa Saja Peralatan yang Harus disiapkan untuk Belajar Flutter?

Ada beberapa peralatan yang harus kita install untuk memulai belajar dan membuat aplikasi dengan Flutter:

  1. Java Development Kit (JDK);
  2. Android Studio;
  3. Android SDK;
  4. Flutter SDK;
  5. Teks Editor (visual studio code).

Lah, kenapa kok harus install JDK dan Android Studio?

Begini penjelasannya:

Install JDK

Peralatan esensial yang paling dibutuhkan sebenarnya Flutter SDK, Android SDK, dan Teks Editor saja.

Namun, karena kita butuh Android Studio untuk menginstal Android SDK, maka kita juga harus install Java JDK donk!

Install SDK : https://www.oracle.com/java/technologies/javase-jdk15-downloads.html

Install Android Studio dan Android SDK

Download Android Studio : https://developer.android.com/studio/

Setelah selesai download file Android Studio, buka file tersebut dan ikuti instruksi instalasi di bawah ini:

Pertama, akan muncul halaman seperti pada gambar di bawah ini. Klik Next untuk melanjutkan ke proses instalasi.


Kemudian pilih komponen tambahan untuk install Android Studio. AVD (Android Virtual Device)  ini fungsinya adalah untuk mengkonfigurasi perangkat yang dijalankan dengan emulator Android. Sesuaikan komponen tambahan yang dipilih seperti pada gambar di bawah ini. Jika sudah klik Next untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya, pilih lokasi untuk install Android Studio pada komputer Anda. Pada tutorial ini kami menginstall di lokasi C:\Program Files\Android\Android Studio. Setelah menentukan lokasi instalasi Android Studio, klik Next untuk melanjutkan.


Sebenarnya Anda bebas mengganti nama aplikasi Android Studio yang akan ditampilkan pada Start Menu. Akan tetapi, demi kemudahan saat mencari aplikasi ini, sebaiknya gunakan nama Android Studio saja. Klik Install untuk melanjutkan proses.


Setelah menentukan nama aplikasi Android Studio, Anda bisa memulai proses instalasi Android Studio. Gambar di bawah ini adalah proses instalasi Android Studio, tunggu hingga proses Selesai.


Install SDK Android Studio

SDK adalah seperangkat alat dan program perangkat lunak yang digunakan oleh pengembang untuk membuat aplikasi untuk platform tertentu. 

Sebelum menginstall SDK Android Studio, pastikan perangkat Anda terhubung ke internet. Sebab akan ada proses download untuk komponen-komponen SDK Android Studio. Berikut ini panduan install SDK Android Studio.

Sebelumnya, Anda telah berhasil menginstall Android Studio. Buka aplikasi tersebut dan ikuti instruksi instalasi SDK di bawah ini:

Pertama akan muncul halaman seperti pada gambar di bawah ini. Klik Next untuk melanjutkan ke proses instalasi.


Selanjutnya, pilih tipe instalasi. Anda akan diberikan dua pilihan, yaitu:

  • Standard: Untuk pilihan standard, Anda akan mendapatkan default pengaturan dan instalasi tambahan dari Android Studio.
  • Custom: Untuk pilihan custom, Anda bisa memilih pengaturan dan komponen tambahan yang Anda perlukan saja.

Pada tutorial ini kami akan memilih Custom agar aplikasi tambahan yang tidak diinginkan tidak terinstall. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.


Kemudian, pilih tema untuk tampilan di dashboard Android Studio. Ada dua pilihan pada tema Android Studio, yaitu:

  • Darcula : Bertema warna Dark (Hitam)
  • Light : Bertema warna Light (Putih)

Di tutorial ini kami memilih tema Darcula. Lalu klik Next untuk melanjutkan.


Langkah pemilihan komponen SDK ini hanya akan muncul kalau Anda memilih tipe instalasi Custom. Jika  memilih tipe instalasi Standard, Anda tidak akan mendapatkan pilihan komponen SDK karena semua komponen sudah dipilihkan secara default dari Android Studio.

Sesuaikan komponen tambahan yang dipilih seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian klik Next untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya, tentukan RAM. Sebaiknya gunakan RAM minimal 4GB agar tidak memperlambat proses running Emulator ketika menjalankan aplikasi yang telah Anda buat. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.


Kemudian, Anda akan diberikan informasi mengenai komponen tambahan SDK beserta ukuran filenya. Klik Finish untuk memulai proses download komponen-komponen tersebut.


Setelah proses download komponen SDK dimulai, Anda hanya perlu menunggunya sampai selesai mengunduh.

Proses download dan instalasi file komponen SDK cukup lama karena ukuran filenya yang cukup besar. Oleh karena itu, pastikan koneksi internet Anda stabil agar tidak terjadi error saat proses instalasi berlangsung.

Setelah proses download dan install selesai, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.

Installasi GIT


Double klik Git yang sudah kita download tadi, lalu klik Next

Klik next kembali


Pemilihan editor pada git, klik next

terdapat pemilihan path environment

Pemilihan HTTPS transfert 

Pemilihan konfigurasi text line 

Pemilihan konfigurasi terminak emulator

Pilih Default (fast-forward or merge)

Pilih Git Credential Menager

Pilih Enable file system caching


Tunggu proses installasi selesai



INSTALLASI VISUAL STUDIO CODE

Download Visual Studio Code : https://code.visualstudio.com/
Double klik pada aplikasi yang sudah di download tadi
Pilih I accept the agreement

Lalu next saja

Ready install

Tunggulah proses installasi sampai selesai

Klik finish


Blog Archive

Subscribe Now

Fans Page